Program IKON Dompet Dhuafa, Siap Penuhi Kebutuhan Konsentrat Nanas Nasional

Indonesia adalah salah satu produsen nanas terbesar di dunia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi nanas Indonesia mencapai sekitar 3,20 juta ton pada tahun 2022.  Provinsi Lampung menjadi penyumbang produksi terbesar, dengan sekitar 861.706 ton nanas di tahun tersebut.

Wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Subang, juga memiliki potensi besar sebagai sentra produksi nanas. Luas areal pertanian nanas di Subang mencapai ±2.100 hektar, tersebar di beberapa kecamatan termasuk Jalan Cagak dan sekitarnya. Banyak petani di sana belum mendapatkan nilai tambah yang optimal karena hasil panen sebagian besar dijual segar dan dalam kondisi yang terkadang kurang ideal.

Kebutuhan & Permintaan Konsentrat Nanas

Kalau dibandingkan dengan nanas segar, permintaan untuk bahan baku olahan seperti konsentrat nanas terus meningkat. Industri makanan dan minuman, produk kesehatan, hingga ekspor semuanya menuntut konsentrat yang stabil mutunya dan tersedia secara kontinu. Beberapa faktor pendorongnya adalah:

  • Permintaan domestik untuk minuman siap saji, jus, sirup, dan olahan buah yang ingin lebih praktis dan tahan lama.

  • Dorongan kebijakan hilirisasi pertanian dari pemerintah: agar buah lokal tidak hanya dipanen secara segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.

  • Konsumen yang makin memilih produk alami dan proses yang bersih (“clean label”).

Meski belum ada angka publik yang spesifik menyebut kapasitas kebutuhan konsentrat nanas di Indonesia per tahun (dalam ton) yang disertifikasi secara luas, data produksi nanas segar yang sudah tinggi dan potensi luas areal nanas di Subang dan daerah lain menunjukkan bahwa peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat besar.

Peran Program IKON Dompet Dhuafa di Subang, Jawa Barat

Salah satu jawaban terhadap kebutuhan itu datang dari Program IKON (Industri Komunal Olahan Nanas) yang dikelola oleh Dompet Dhuafa di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Beberapa data dan fakta program ini:

  • Kapasitas pengolahan mencapai 10 ton nanas segar per hari. Dari jumlah itu, IKON mampu menghasilkan sekitar 2,5-3 ton selai atau puree dan 1-2 ton konsentrat setiap hari.

  • Program ini tidak hanya sebagai pabrik, tetapi sebagai bentuk pemberdayaan: masyarakat petani nanas di sekitar menjadi pemilik saham mayoritas (97%), sedangkan Dompet Dhuafa memegang sisanya untuk pengelolaan fasilitas dan keberlanjutan.

  • IKON membantu menjaga harga panen agar petani tidak merugi terutama saat panen raya. Ada proses sortasi, standarisasi mutu buah, serta pelatihan dan pengemasan yang lebih baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top